Yuk Simak 3 Dampak Bersyukur pada Otak dan Tubuh Menurut Studi Ilmiah

3 Dampak Bersyukur pada Otak dan Tubuh Menurut Studi Ilmiah
Ilustrasi. Studi ilmiah mengungkapkan bahwa seseorang yang selalu bersyukur memiliki pengaruh positif terhadap otak dan tubuh. (Pexels/Tima Miroshnichenko)

Amigdala merupakan sepotong jaringan berbentuk almond yang terletak di sisi otak kita, atau dikenal sebagai lobus temporal, dan merupakan bagian dari sistem limbik.

Saat mempraktikkan rasa syukur, aktivitas amigdala di bawah sistem limbik, yang bertanggung jawab untuk memproses emosi dan ingatan, tampaknya terpengaruh secara positif.

Bacaan Lainnya
3. Meningkatkan aktivitas terkait motivasi otak

Pada studi Kyeong et al. tersebut, intervensi rasa terima kasih seseorang diamati melalui fMRI untuk meningkatkan motivasi peserta juga.

Di sini, secara khusus, para peneliti melihat aktivitas nukleus accumbens (NA) selama keadaan istirahat. NA bertanggung jawab untuk pemrosesan kognitif motivasi, sebagian, dan aktivitasnya mungkin terpengaruh pada individu dengan depresi berat.

Saat terlibat dalam praktik syukur yang teratur, NA di otak mungkin akan terpengaruh secara positif.
Ringkasnya, kemampuan praktik syukur berdampak positif pada otak dan tubuh semakin jelas dari sudut pandang ilmiah.

Untuk mengambil keuntungan dari bukti penelitian itu, melakukan latihan rasa syukur secara teratur sangat penting.

Sama seperti olahraga yang bermanfaat untuk seluruh tubuh, bersyukur juga bermanfaat bagi pikiran.***


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *